12 Januari 2012
07:11
Saat aku pulang ke rumah, rumahku sudah ramai, banyak orang
yang datang.
Saat masuk rumah, ummi menyambut dengan wajah berseri.
Memeluk, lalu berkata, “Ayo ganti baju. Sebentar lagi dia datang.” Dia? Dia
siapa? Pikirku bingung. Tapi tanpa pikir panjang, aku langsung mandi dan
berganti baju. Di dalam kamar mandi aku mendengar obrolan orang-orang di luar.
Dan ternyata, ini adalah hari pernikahanku (?) aneh? Memang. Yang ngalamin aja
ngerasa aneh. Tanpa persiapan. Tanpa pemberitahuan sebelumnya dari ummi dan
abi.
Selesai mandi dan berpakaian, aku gelisah. Tak berani keluar
kamar mandi. Sebab dari selentingan kabar yang kudengar, si ‘dia’ sudah datang.
Ya Allah aku takut untuk keluar kamar mandi. Deg-degan rasanya. Sekian lama aku
berdiam diri di kamar mandi. Antara ingin keluar dan tidak berani. Lalu iseng
memikirkan kira-kira siapa yang menjadi si ‘dia’. Bosan berada di kamar mandi,
dengan tarikan nafas panjang, kuberanikan diri untuk keluar kamar mandi melalui
pintu yang langsung menuju ke kamar. Dan siapa yang kutemukan di kamarku? “Lho
kok?” aku ternganga kaget. Siapa yang kulihat? Aku melihat seorang asisten
dosenku sedang kebingungan. Saat melihatku, dia malah nyengir. “Salah kamar
ternyata,” Katanya. Dia pun keluar. Aku jadi tambah bingung. Lalu aku keluar
kamar dan mencari ummi. Saat melihatku, ummi langsung menarikku. “mi, kok ada
kak…?” belum selesai kalimatku, ummi memotong, “Bukan dia. Tapi kakaknya.” Nah
lho?
Ya, ada seseorang di luar sana. Sedang mengeluarkan tasnya
dari bagasi mobil. Kuperhatikan rambutnya, tubuhnya, lalu dia menoleh dan
tersenyum. Ya, wajahnya jelas, tapi aku belum pernah melihat dia sebelumnya.
“gimana?” Tanya ummi. Lho kok? Aku jadi semakin bingung ini.
Lalu aku di suruh menunggu di dalam mobil. Jadi, menurut
rencana yang dipaparkan ummi, aku dan dia akan pergi entah kemana. Tak lama,
dia datang dan meletakkan tasnya di jok depan. Setelah saling melempar senyum, Aku
memberanikan diri bertanya, “ini kakak yang nyetir?” dia menoleh lagi dan
menjawab, “lho? katanya abi yang mau nyetir?” setelah si kakak berkata seperti
itu, ummi, abi, kak obi dan adik-adikpun masuk ke dalam mobil. Lalu mobil
perlahan meninggalkan rumah. Ummi berbisik, “kalo berdua aja, takut timbul
fitnah. Tetangga-tetangga kan banyak yang belum tau.” sungguh. Aku makin
bingung dan tak mengerti.
rupanya, kami sekeluarga + org baru itu, hendak makan. Ya
hitung-hitung sedikit ‘merayakan’ hr pernikahanku. Turun dari mobil, abi, kak
obi, dan si kakak itu berjalan di bagian depan, sedang aku, ummi dan adik-adik
berjalan di belakang mereka. Lalu aku bertanya pada ummi, “mi, ini beneran?”
ummi menjawab, “iya.” “lah trus beasiswaku gimana?” ummi menjawab lagi,
“beasiswa kan udah dihapuskan. Jadi semua anak tazkia harus bayar. Bulan ini
juga kamu udah bayar kok.” Ha? Nah lho makin bingung ini yang ngalamin.
Diam-diam kuperhatikan punggungnya, ‘ya Allah nemu orang ganteng ini di mana? Bisa
aja deh ummi abi. Tapi kenapa bisa berlangsung begini…?’ sudahlah. Aku sedang
tak ingin memikirkannya.
lalu entah ada perasaan apa yang tiba-tiba datang. Aku
berusaha membuka mataku. Ya, kutemukan diriku yang lain. Berada di dalam kamar
asrama. Jadi itu mimpi? Setengah sadar, aku menutup mata lagi, dan terlelap
kembali.
Usai makan, kami menghadiri sebuah pesta pernikahan di TMII.
Bingung, kutanya lagi kepada ummi, “Ummi, ini serius beneran?”
“iya, beneran. Ngerasa kayak mimpi ya?” itu jawab ummi. Aku
jadi merenung sendiri. Ini mimpi bukan sih? Tapi kok semua terasa nyata dan
berurutan? Trus aku melihat kak obi sedang makan sendirian. Ku hampiri ia.
“kak, dia sebenernya siapa sih?” dengan mulut penuh roti, kak obi menyebut
sebuah nama yang asing buatku. “itu apa?” tanyaku lagi. “itu grup nasyid. Dia
salah satu personilnya.” “ooh jadi dia munsyid? Asyik, jadi bisa nyanyi nanti.”
Aku juga nggak ngerti kenapa bisa ngomong kayak gitu. Hhh..
Di sini aku masih bingung dan merenung berpikir sendirian.
Kalo aku udah nikah, kapan akadnya? Resepsinya? Kok aku sama sekali nggak tau?
Saat melihat abi, ingin rasanya kucolek dan menanyakan pertanyaan-pertanyaan yg
menggangguku itu. Setelah dekat dan kucolek, abi malah nyuruh ngambilin racun
tikus. Lho? Buat apa? “itu ada kucing ketabrak mobil. Kakinya putus satu. Jadi
mau dikasih racun tikus buat ngeberhentiin darahnya?” lah? emang bisa begitu?
Dan yah sodara-sodara, saya semakin bingung. Lalu saya memutuskan untuk kembali
ke mobil seorang diri. Saat itu mataku bertemu dengan si ‘dia’. Tersenyum
sedikit, lalu aku berlari menuju mobil. Baru sebentar berlari, anjingpun
menggonggong. Ada 3 anjing rupanya berlari ke arahku. Huaa.. diiringi teriakan
lariku semakin cepat.
Aku berusaha membuka mata dan mengumpulkan kembali jiwaku.
Ya, masih agak limbung dan bingung-bingung bikin pusing, aku duduk di atas
kasurku. Mencoba merenung sebentar, MIMPI APAAN TUH? Padahal masih ada 3 mata
kuliah yang akan di-UAS-kan hingga sabtu ini. Dan aku semakin tak mengerti
kenapa begini jadinya. Hhh… yak, dan hasilnya selama UAS English for Economics,
kepala rasanya mau pecah. Nyut-nyutan parah. Saat bangun dari kursi, tubuh
terasa melayang. Sesegera mungkin aku kembali ke kamar, berjalan sedikit
sempoyongan menuju kasur. Semua terasa berputar dan…… ambruk di atas kasur
tercinta.
*lucu ya mimpinya? Bagiku ini bukan lucu. Bingung… ini
bahkan pusingnya beneran sampe di dunia nyata tau. Nggak cuma rasa sebatas di
mimpi aja. Hhh….
1 komentar:
haha. kocak shof mimpinya :P
Poskan Komentar