22 Januari 2012
Ini kali kedua aku melihatnya sekaligus kali pertama aku
dapat memandang keindahan wajahnya. Memang indah sekali. 2 hari lalu kami
berpapasan di gerbang sekolah. Namun saat itu ia sedang menggunakan masker dan
helm hingga hanya matanya yang terlihat. Dan dari sorot mata itulah, aku jatuh
hati padanya. Sorot tajam matanya seakan langsung menusuk jantungku dan
membuatku tak berdaya. Aah.. Cinta. Siapakah ia?
23 januari 2012
Ah, buruk sekali ini. Aku tidak dapat memejamkan mataku.
Masih terbayang-bayang jelas bagaimana senyumnya tadi. Ya walau senyum itu
bukan untukku, tetap saja aku bisa melihat betapa manis senyuman itu. Dan
sekarang sudah jam 01.00 dini hari. Tapi aku sama sekali belum dapat memejamkan
mata. Huh. Padahal besok pagi ba’da shubuh, ada test tahfidz. Aku ingin testku
maksimal, agar semua orang tau betapa hebat diriku. Hemm.. lalu bagaimana
sekarang aku bisa tidur?!
Alhamdulillah test berjalan lancar. Usai kuletakkan mic
tadi, aku dengar beberapa pujian dari teman-temanku yang mengagumi keindahan
suaraku. Saat turun dari panggung,tertangkap olehku satu sosok yang baru datang
dan ikut duduk bergabung dengan teman-temannya. Aah, dia baru tiba. Dapat
dipastikan dia tidak mendengar betapa merdu suaraku. Sedihnya.
24 januari 2012
Semakin hari semakin sering aku melihatnya, Entah sengaja
ataukah tidak. Hari ini dia cantik sekali. Dengan balutan gamis hitam
bergradasi coklat mudanya. Sungguh menawan. Saat itu aku tengah asyik
memandangnya. Memperhatikan bagaimana ia melangkah, berjalan, dan kibaran
jilbabnya yang terterpa angin sore. Dia bagai seorang dewi yang turun dari
kahyangan. Indah.
Hey, tadi Seno memberiku nomor seorang siswi yang katanya
suka padaku. Ah sungguh tak menarik. Wanita ini tak berhenti menggoda dan
mencari perhatianku. Tapi, bagiku ini adalah peta harta karunnya. Maksudku,
lewat wanita ini, akan kukorek sebanyak-banyaknya informasi tentang
princess-ku.
Hahaha. Syukurlah dia kenal dengan princess-ku. Ternyata
namanya Andien. Namanya Andien!
26 januari 2012
Hey, berdasarkan info yang kudapat, Andien suka sekali
alunan indah seperti milik Fatih Seferagic, si hafidz asal Bosnia itu. Ah tepat
sasaran. Kebetulan suaraku juga indah. Akan kubuat ia terpesona dengan suaraku.
27 januari 2012
Huaah. Deg-degan. Nomor handphonenya sudah di tanganku.
Rencananya akan ku-telephone dia dan kubacakan beberapa ayat surat Ar-Rahman
untuknya. Dia pasti akan terpesona dan jatuh hati padaku.
#to be continued
#to be continued
0 komentar:
Poskan Komentar